By Abd Ghani on
29 Agustus 2012
Aku rela meninggalkan rumahku demi mendampingimu
aku rela menyerahkan jiwa dan ragaku untuk mengabdi kepadamu
aku rela pertaruhkan cinta suciku untuk memberimu kehangatan
aku rela membiarkan diriku terluka untuk selalu menjagamu,
merawatmu, dan memberimu kebahagiaan ;
yang kesemua itu tidak dapat kau miliki dengan membelinya.
Maka jagalah aku,
rawatlah aku,
kasihilah aku,
dan lindungilah aku
karena itu semua akan memberikan barokah dan hidayah,
selamanya dalam ridla dan naungan-Nya.
By : Pi2t
Read more
By Abd Ghani on
21 Maret 2012
Memandangmu, hujan berhenti
meletakkan kesunyian di bibirmu
di tempat setangkai senyum menyembunyikan kuntum
Kilau di matamu pastilah bukan embun
bukan pula tetes hujan,
sebab cahayanya terlalu indah.
Barangkali itu air mata rindu
yang selalu membeku,
di teduh tatapanmu yang sayu.
Read more
By Abd Ghani on
10 Oktober 2011
Sudah Saatnya,
ketika musim telah berganti
gugusan mendung mulai ranum
dan menitikkan tetes hujan pertama
biduk yang ku kayuh kini merapat ke dermagamu
menyibak kabut keraguan yang kian menderu
lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu
Sudah Saatnya,
di ujung perjalanan yang teramat panjang
akan kubingkai binar matamu
bersama gelegak gairah jiwaku
menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala,
didalam leleh cahaya bulan melumuri langit
ditingkah gulungan semilir angin laut
dan tarian ombak membelai lembut kristal pasir pantai
Memang Sudah Saatnya,
akan kubuat engkau terjaga dari lelap tidur
lalu bersama merajut impian yang tak segera usai
dalam genangan cinta dipalung kalbu
dan getaran cumbu yang tak berkesudahan…
Lamongan,10 Oktober 2011
Read more
By Abd Ghani on
22 Agustus 2011

Ruang itu semakin dekat tepat di pelupuk mata
tapi apakah aku mampu melewatinya?, sendirian saja.
untuk menggapai sesuatu yang kau tawarkan disetiap ruang, dalam pelukannya
untuk merengkuh segala asa yang aku angankan selamanya
Sayang,,,
hanya pada satu hati, aku titip jiwa ini untuk kau rengkuh
sampai suatu masa, dimana aku tak lagi bisa bernyawa
dan pada satu jiwa, aku titip hati ini untuk kau jaga
sampai suatu waktu, dimana aku tak lagi bisa berkeluh
Bawa aku dalam biduk cintamu
mengarungi samudra tak terbatas di luar sana
bila saja aku tergoyahkan oleh segulung riak, raihlah jemariku untuk kau selamatkan
bila saja aku tak mampu memberi sebuah asa, hanya seuntai maaf yang dapat aku ucapkan
Tuhan, beri lindungan-MU dalam setiap jengkal nafasku dan nafasnya
semoga perjalanan ini Engkau berikan hikmah,
kepada kami, lalu Kau meridho-nya
tidak ada hasrat hati ini berbagi, selain dengannya
maka kupanjatkan seuntai doa untuk Kau pertimbangkan
jadikanlah dia nahkoda yang kuat
agar bila badai menerjang kami tetap bertahan untuk terus berjuang
dalam satu pelukan yang damai
dalam satu ikatan cinta yang tulus
dan dalam sebuah kebahagiaan yang pernah kita impikan, bersama.
Read more
By Abd Ghani on
09 Agustus 2011
Entah harus aku mulai dari mana untuk mengakui kejujuran ini
karena bersamanya, hari selalu indah
dan bersamanya, langit terasa selalu cerah
ia terlalu tulus dalam segalanya
hingga kini sebenarnya masih sulit aku temui titik salah dalam dirinya
Mengenal dirinya membuat aku tak peduli lagi pada waktu
menatap wajahnya membuat aku tak ingat lagi pada segala trauma yang lalu
Hanya padanya aku tak berani menyakiti
hanya padanya aku tak bernyali ingkar janji
hanya padanya aku selalu berusaha menjadi pria yang mengerti
Read more
By Abd Ghani on
06 Agustus 2011
Aku hanya diam,,,
ketika mata ini mulai terasa berat untuk dipejamkan
ketika air mata rasanya tak sabar lagi untuk menampakkan kesedihan
Aku hanya diam,,,
ketika aku berpikir dan bingung akan apa yang kau rasakan
dan kau terus diam sa’at bersamaku menyongsong kebahagiaan
Aku hanya diam,,,
ketika tak sadar tanganku mulai makin bergetar sunyi
ketika tubuhku mulai terasa tak berbeban lagi
Aku hanya diam,,,
ketika kau mendiamkan aku
ketika aku tak tahu harus berbuat apa lagi sewaktu menghadapimu
Jangan hanya diam,,,
jangan hanya memperlihatkan wajahmu yang tanpa senyuman
jangan hanya buat aku bingung dan bertanya dalam hati mengapa kau hanya diam
Aku ingin kau bicara,,,
tentang perasaanmu dan apa yang kau pikirkan
tentang apa yang telah ku-perbuat dan apakah itu menyakitkan
Buatlah aku tenang,,,
buat aku merasa menjadi milikmu sepenuhnya
buat aku merasa menjadi orang yang dapat mengerti dirimu seutuhnya
buat aku merasa bahwa hanya dirimu yang istimiwa
Read more
By Abd Ghani on
31 Juli 2011
Dalam malam aku bersujud, lalu bertanya
ketika bintang bercahaya kenapa aku hampa
Silih berganti wajah menyapa
membawa berita gembira, juga duka
la tahzan, katamu jangan bersedih saja
ah bagaimana bisa?
Lalu aku meminta kepada Tuhanku yang maha kaya
padahal sudah terlalu lama aku di manja
ya Allah, bisikan padanya di setiap kerlip aku melihat asa,
dengan rasa.
Malam ini aku masih bersujud padaNya
untuk menghaturkan syukur atas segalanya
rupanya malam telah memelukku dengan mesra
dan memastikan aku baik-baik saja
Tuhan, kau memang tidak pernah tega
kepada hambanya yang sengsara
Aku sadar, bahwa dia ada karenaNya
yang membuatku tertawa dalam duka
dan di ruang hampa ini aku berdoa
jaga dia dalam rasa
pastikan ia selalu ada
menemaniku menjalankan puasa
Read more
By Abd Ghani on
30 Juli 2011
Ya Allah, Kau datangkan lagi Ramadhan buatku
ketika aku masih saja tak mampu mensyukuri RamadhanMU yang lalu
Ya Robb, Hari hari Mu masih saja kulalui
tanpa isi
tanpa makna
tanpa syukur
bahkan dengan sikap Takabur
Ya Allah, kadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Sang Penentu
kadang kami masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku,
dan yang lain bukan makhluk-Mu,
yang lain bukan Umat-Mu
Ya Robb, dalam doaku ini sering ku-sampaikan dengan memaksa
seolah aku-lah yang lebih tahu, dari-Mu Sang Maha Tahu
doaku bukan harapan, tapi itu keharusan
dan ketika ada satu yang tak Kau kabulkan
seolah hilang seluruh nikmat yang Kau limpahkan
Ya Allah, aku jadi teringat sepenggal ayat-ayat-Mu
hingga aku larut dalam alur angin malam
menangis aku membacany,
tapi tak sempat aku untuk membalasnya
Ya Robb, ma'afkan hamba-Mu
yang terkadang lupa kepada-Mu
Read more
By Abd Ghani on
02 Juli 2011
Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah
Lelah
Pernah kita sama sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah
Kau
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Dihati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku
Sobat
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Dihati ...........
by : Bung Iwan Fals
Read more
By Abd Ghani on
19 Juni 2011
Antara pagi dan dini hari,
antara sore dan malam hari, damainya di sini
jauh, terlalu jauh aku berlari,
lama, terlalu lama aku menanti
hatiku kini mulai terusik
dan di teras dunia ini aku terhenti
hanya ada degup jantung, sapa mengapa?
demi mendengar sebuah ucapan kasih sayang
dengan penuh keihlasan
yang sesegar dan sesuci embun pagi
seindah cerita dalam mimpi
Tak pernah terbayangkan sebelumnya
betapa indahnya pertemuan itu,
pertemuan yang seindah mimpi
karena waktu itu engkau berlari,
menghampiri sang mentari
dengan mesranya senyumanmu
yang membenamkan hari itu
Sudah sekian lama, masih dalam ingatan
dan tak pernah aku menduga, kita harus berjauhan
padahal engkau hanya ingin menunaikan kewajiban
Cinta yang selembut sutera itu
menjadi kaku sekeras hatimu
dan kekhilapanku ini, telah membuatku memendam rindu
aku mengharap kasihmu,
dan aku tahu kerinduanmu
kasih hapuskanlah rindu,
karena rindu ternyata tak mampu mendatangkan kekasihku
Read more
By Abd Ghani on
15 Juni 2011
Di kelam kesunyian malam
hanya menggaung kaki tak berderak
membisu di pertapaan malam
sampai denting hati ini di titik kosong
arti hakiki di cari-cari
ayat ayat kasih di peluki
Di malam ini, ku lukis kabut tanpa dimensi
dan di berapa langkah tubuh ini singgah
seberapa jauh jejak sampai manusia lacak
karena hidup itu hidup
hidup itu tak di kata
Menuai sepenggalah kata dengan memecah asa kemustakhilan
selaksa angan buta
larut di arus deras mimpi
jauh menjauh,
semakin jauh diri memandang hati
bahkan menilai diri semakin asing
Read more
By Abd Ghani on
03 Juni 2011

Nuzulisnaini Puspita, sungguh indah namamu
seindah sikapmu yang tunduk patuh tersipu
wajahnmu yang cantik, senyummu yang indah
dan tawanya yang lepas.
seolah pertama kali aku melihat seorang gadis
Malam ini mendung. dan gerimispun jatuh, satu-satu
bersama hujan ini, pejamkanlah matamu sayang
dan biarkan air hujan ini menyentuh hatimu yang kerontang
karena disini aku berada di bawah langitmu yang mendung
mendekam jemari kerinduan melawan dingin yang gigil
Wanita cantikku, dengan rambut panjang terurai
andai saja dunia bisa menilai
sebenarnya aku adalah jungle yang tak berguna
yang mengembara dimalam hari, dan nyanyikan lagu cinta
dengan nada-nada kerinduan mesra
Sayang, aku yakin kau adalah belahan jiwaku,
potongan dari sepenggal tulang rusukku
dan putri dalam mimpi-mimpiku
Nuzul, suatu saat dunia akan bicara dengan pelan
tapi tidak usah kau perhatikan
karena dengan doa aku bisa temukan damai
meski terasa sakit di seluruh jiwamu yang lunglai
Percayalah sayang,,,
akan aku tunjukkan pada dunia, bahwa akulah yang terbaik
diantara mereka yang munafik
dan bintang di sekitarmu itu jadi saksi bisu
karena aku hanya ingin engkau tau
lalu peganglah sumpahku
Cintaku, memang dalam setiap kehidupan kita berubah bentuk
lalu dalam tirai mimpi kita akan dilahirkan kembali
kau memang pendampingku yang diciptakan Tuhan
dan aku mencintaimu lebih dari yang kau bayangkan
Nuzulisnaini sayangku,,,
kau adalah sorgaku,
tempat pertemuan cintaku yang terakhir.
kau adalah doaku, kesenangan jiwaku
kau adalah ketenangan yang kucari
karena kau selalu ada disetiap denyut jantungku
dan tak ada yang lainnya yang ku tau
kecuali bahwa aku melihat Tuhan dalam dirimu
yang telah menciptakan cinta sejati untukku
Sayang, memang tempat kita sekarang begitu jauh
dan akupun tak berdaya mendekapmu dari sini dengan utuh
tapi sudahlah, tak perlu kau risau dan bersedih
karena akan ku-dekap engkau dengan tatapanku yang bersih
Nuzul cintaku, kau bagaikan cahaya didalam hatiku yang lamban
dan kau adalah pakaianku yang tak pernah terpisahkan.
dan samapai saat ini, masih belum ada kata yang lainnya yang aku tau
kecuali bahwa aku mencintaimu karena aku melihat Tuhan dalam dirimu
Sayang, kau memang pasangan yang telah digariskan Tuhan
cin-cin dijemari manismu yang berdenting
telah membuat aku merindukanmu
kemudian bayanganmu menggoda anganku dengan sentuhannya
sa’at kau melangkah, dan kau pun tersenyum tersipu-sipu
padahal Tuhanku-pun tak minta sebanyak itu
Nuzul, rupanya kau benar-benar turun ke hatiku
dan menghuni singgasana kerajaan di istanaku,
dengan cayaha aura parasmu yang tak pernah layu
Nuzulisnaini Puspita penguasa hatiku,
engkaulah jodoh yang diciptakan Tuhan untukku
yang selalu bersemayam didalam kerasnya arahan jiwaku
dalam menuntunmu menuju ranjang bahagiamu.
Nuzulisnaini Puspita, pendamping hidupku sepanjang masa
aku memang peria yang kasar nan keras
tapi aku mesih punya cinta yang gila
dengan kegilaan cintaku ini adalah suatu bukti untukmu
betapa istimiwanya kamu bagiku.
memang kau tak bertanya apa-apa tentang aku
tapi aku paham dengan diamnya kamu itu
kau telah berikan semua kekuatanku langsung dari hatimu.
bahkan tak pernah berkata sepatah katapun, atau menilaiku
dan kau terus berikan semuanya dengan senyuman kepadaku
Sayang, percayalah,,,,
kau adalah bayanganku
kau adalah milkku seorang,
dan kau tak pernah pudar dari hatiku yang terang
sekali lagi, aku mencintaimu karena Tuhan
aku mencintaimu karene melihat Tuhan dalam dirimu
jika ada rencana lain dari Tuhan untukku
bisa saja aku meninggalkan engakau,
tapi apa mungkin aku juga harus meninggalkan Tuhan dalam dirimu?
jadi selamanya engkau tak kan pernah aku tinggalkan
karena kemanapun aku akan pergi, Tuhan akan selalu bersamaku
Nuzulisnaini Puspita, selamanya kau tetap dihatiku
engkau sudah menguasai istana didalam jiwaku
dan jadilah ratu seumur hidupku,
karena akulah raja yang akan membimbingmu.
Read more
By Abd Ghani on
31 Mei 2011
(tangisan hatiku ketika aku melihat perempuan yang kepadanya segala penghormatan, ternyata menjadi penghuni ruang keremangan. ; sebuah upaya untuk menyadarkan mereka yang terlena dan terpesona dalam kehidupan malam)
Segudang luka telah terbaring digang-gang lokalisasi
bersama puisi ini,
kau hempaskan hasratmu dengan emosi
padahal kau masih belum tuli
Seorang peria tua memapah darah
bau amis itu menguliti dagingnya yang resah
mereka memandangmu sungguh tak berarti
tapi masih saja kau mengawan sunyi dijantung hari
ini dosa-dosa yang terabaikan, katamu dengan lara
padahal otakmu masih bisa membaca peta
tapi mengapa kau masih terus berjalan di atas bara.
Aku coba untuk menyapa, lalu berkata
tapi mereka tidak mau terima
denga bertemakan nista pada sebuah dialog kota
bercerita tentang engkau para manusia durja
sebelum habis, kata menyapa makna
Jiwaku meradang
berteman petang,
aku berusaha memimpikan sebuah siang
yang terus saja melang-lang
dan pada akhirnya siangpun tak kunjung datang
meski dibalik meja mewahmu yang lengang
Perempuan malam, kau masih saja berjalan
tampa harus mempertimbangkan
akan ada fajar di ujung malam
tapi masih saja kau terus mendesah
dengan nafsumu yang semakin pasrah
hingga subuh, perempuan itu meneduh
menghitung peluh, termimpi sauh
lalu tersimpuh, berselimutkan jenuh
Read more
By Abd Ghani on
30 Mei 2011
Jalan-jalan panjang,
atas langkah kakimu yang kian usang
yang tegak dan terhuyung, lurus dan melengkung
dan yang bebas serta terpasung
pernahkah kau coba untuk mengeja lagi?
Perempuan, jalan lurus itu masih terbentang
halus mulus dan menenteramkan jiwamu yang kerontang
tapi mengapa kau pilih yang menyimpang
dan kau lalui dengan secercah senyuman
walau terjal dan berbatu amat tajam menyakitkan
dan perih di telapak kakimu seakan tak kau rasakan
Perempuan, cobalah engkau menoleh ke belakang sejenak
jejak-jejak itu masih jelas terlukis pasrah
dan tak mampu terhapus oleh hujan yang menderu
hingga musimpun telah berganti kemarau
kau-pun masih enggan mengingat suatu hari nanti
saat dibukanya catatan langkah kakimu yang hakiki
Read more
By Abd Ghani on
29 Mei 2011

Adik kecilku, engkau lelah bermain lalu tidurlah
karena esok pagi waktu akan menjemputmu
untuk kembali mendendangkan nada-nada sayu
di hari-harimu yang penuh debu
Adik-adikku yang kecil lucu
bermainlah dengan pandanganmu yang masih kosong
nikmati hidupmu yang terus lowong,
karena ia tidak akan kembali dimasamu yanh ompong
lupakan kekalahan tadi, saat engkau bermain
kekalahan tadi hanyalah tangis buat ibunda
bocah kecilku berlapang dada, engkau mengisi tetes air mata
dalam nyanyian-nyanyian kecilnya.
Bocah kecilku mengurai waktu
dalam suasana yang masih sama namun semu
bahkan meski batas tak terlihat
dari kenangan yang telah kau pahat
Adikku yang kecil wibawa
kekalahan itu bukanlah kekalahan dari segalanya
kenudian janganlah kau menangis buatnya
itu hanya mengisi nyanyian kecilmu yang sirna
pada permainan yang tak tertuntaskan
dan pada segala kecewanya yang pelan
hingga mataharipun mengintipmu di sepanjang jalan
menyinari musim mewarta peta di sela-sela pegunungan
merambat, pelan-pelan dalam bias cita-cita
yang kemudian mengingatkanmu pada suatu masa
dan pada suatu kejadian yang masih semu
yang tak pernah kita bayangkan dulu
di puncak itu musim angin begitu landai menderu
mengiringi langkahmu yang selalu ragu
NB : Buat adik-adikku yang masih asyik bermain, nikmatikah masa kecilmu, dan bebaskan pikiranmu untuk ber-imajinasi yang kuat, karena masa itu tidak akan datang lagi setelah kamu mulai belajar mengeja kehidupan.
Read more
By Abd Ghani on
28 Mei 2011

Buat kaum wanita yang hatinya sedang sakit, apapun sebabnya aku hanya bisa bilang : Sudahlah, lupakan saja, tak perlu kau risaukan itu,,!. Dan hapuslah air matamu itu yang mengalir deras, hingga pipimu becek oleh nafsu-nafsu hitam yang menipumu. Redamlah bara emosi yang bergejolak memanas itu, karena engkau tercipta bukan untuk menangisi keadaanmu itu. Dan janganlah kau sesali duka lara yang terus menggebu, tidak usah engkau tenggelam dalam kubangan nestapa yang terus menerpa. Jika saat ini cintamu mengalami kegagalan, ataukah ta’arufmu kandas di tengah jalan. Tidak usah kau risaukan, karena Tuhan lebih tau ma taqdirmu, dan yakinilah bahwa ikhtiarmu sudah tak mampu lagi merubah taqdir. Kemudian TERSENYUMLAH…….
Tersenyumlah...
Tersenyumlah wanitaku,,,
karena awan hitam itu selalu menyimpan pelangi
beegitu juga Sang Penggenggam nyawa
Dia selalu punya rahasia di balik rahasia
untuk membuat dewasa kaum hawa
Cinta suci sedang menunggumu, kata-Nya di atas awan
tetapi engkau harus sabar menantikan
karena cinta itu akan menjemputmu dalam jiwa
di masa yang telah di rencanakan, oleh-Nya
Untukmu kaum wanita,
jangan biarkan kau terlena
jarena hati yang telah sirna
hingga membuat semangatmu terlemahkan
oleh keadaan yang terus mencekam
Rusukku, kaum wanita
perihnya duka memang bukanlah isyarat runtuhnya langit
ataupun robeknya lapisan kulit bumi.
karena Tuhan menempa pribadi tangguhmu
dalam butiran tetes-tetes air matamu
dalam jeritan derita batinmu
dan dalam rintihan sesaknya nafasmu.
Wanitaku, rusukku yang terbelah
janganlah engkau bersedih
karena pasang surut laut itu adalah kepastian
sedangkan tawa dan tangis itu adalah kewajaran
dan taqdir-Nya yang menjadikan makhluk itu berpasangan.
Wanataku, jelma’an sang hawa
Jika cintamu tak kau dapat di dunia
bukanlah Tuhanmu memberi petaka
melainkan Dia sedang menyiapkan makhluk terindah
yang menantimu di Jannah,
dan yang akan menemani jiwamu yang resah
Tersenyumlah, dalam kesabaran munajad panjangmu
walau tajamnya duri mencabik-cabik lukamu
walau remuk redam menyerang hatimu
walau jalan terjal itu melelahkanmu
Read more
By Abd Ghani on
25 Mei 2011
Di hati ini, ada denting nada luka
mengalun mesra tapi sepi,
di relung hatiku yang sunyi
kau selalu hadir mengusik jiwa
Sejenak, aku coba untuk melangkah jauh
tapi aku tak bisa
dan selamanya aku tak pernah bisa
karena hanya satu dihatiku yang utuh
hanya kamu, yaaa hanya satu yaitu kamu
Aaah,,, andai saja kamu mau mendengar
alunan kidung rindu yang kucipta itu
semua tentang kamu, hanya kamu..!
Read more
By Abd Ghani on
24 Mei 2011
Cintaku jauh disana
aku termengu, sendiri
hari-hariku berlalu tanpamu disini
Dihati ini kutulis kerinduanku
tentang kesetiaan dan ketulusanmu
dan tentang kesabaran dan pengharapanku
Sayang,,,
untuk kau pemilik cinta yang setia
tak usah kau pendamkan rasa
dalam menggapai saat-saat bahagia
Sayang,,
suatu saat aku akan tiba
untuk bertanya tentang keabadian cinta
karena abadi adalah cinta
dan itu hanya tercipta untuk kita
bukan dia ataupun mereka…
Read more
By Abd Ghani on
20 Mei 2011

Kau memandangku bagai sebuah telaga
bola matamu adalah perahu yang mengantarku untuk berlayar
ke lubuk hatimu. Kutambatkan cinta ini
dalam lingkaran cincin yang ku kenakan di jari manismu
untuk menyatukan hidupku dalam satu mahligai bersamamu
se-indah doa dan restu hujan yang bertasbih di hari itu
seindah melati bertaburan di atas pelaminan
taman-taman asri kita ciptakan taman-taman kehidupan
Rumahku adalah surgaku
dan engkau adalah bidadariku
dimensi waktuku yang seolah tak pernah bergerak
diam-diam menandai kita dengan usia dan uban perak
Ingatlah sayang, bahwa cinta tak pernah menua
seperti intan tak pernah kehabisan cahaya
adalah matamu kilau sejuk sepanjang masa.
Sayang, kebahagiaan itu sudah menjadi milikmu
dan saya hanyalah pelangi yang akan menghiasi kehidupanmu
hari ini, aku bukakan payung untukmu
karena musim hujan itu telah tiba,
dan kita saksikan tetes-tetes air itu
yang berebut jatuh di ujung ujungnya, satu-satu
Nuzulku, kau pasti bahagia
ketika musim bunga itu telah tiba,
dan akan aku petikkan setangkai untukmu
kelopak-kelopaknya bertaburan di antara jemari kita.
Cintaku, kebahagiaan itu benar-benar menghiasi wajahmu
pada sa’at malam itu telah tiba,
dan aku nyalakan api yang akan menghangatkanmu
dan kubiarkan engkau bersandar di dadaku
Nuzul sayangku, ku berikan kebahagiaan ini untukmu
karena cincin yang melingkar di jari manismu
adalah simbol cinta untukmu,
hanya untukmu,
dan selamanya tetap di situ.
Read more
By Abd Ghani on
17 Mei 2011
Aku adalah halilintar ego kesunyian yang semu,
yang secara naif membaca setiap percikan pesonamu
memancarkan kemilau di rintik-rintik sepi
yang membuatku mendefinisikan ulang arti nestapa diri
dari sebuah ruang hati yang sepi ini
gairah purba itu tak berhenti membakar nyali
Sejenak, pernahkah kau pikirkan?
bahwa di semesta asa yang kubentangkan
dan pada rentang waktu yang deras dialiri kenangan
selalu ku-pahat rapi jejak rindu
tentang kita
hanya kita
dan untuk kita
Read more