Konun katanya dulu Nabi Adam dan Ibu Hawa buyut kita berada di Sorga, tapi sayangnya Nabi Adam dan Ibu Hawa tidak bisa menahan larangan Allah. Beliau memakan buah Khuldi, Nabi Adam makan satu buah khuldi dan Ibu Hawa makan dua buah khuldi. Pada waktu makan Nabi Adam ingat kalo makanan itu dilarang, akhirnya nyampek tenggorokan Buah tersebut sudah tidak bisa dimuntahkan, jadilah khuldi yang ada dileher kita sekarang. Begitu juga dengan Ibu Hawa, pada waktu Ibu Hawa makan dua buah khuldi tersebut beliau ingat kalo makanan itu dilarang, tap ingatnya Ibu Hawa terhadap Buah tersebut pada waktu sudah ditelan dan nyampek dadanya, jadi gk bisa dimuntahkan juga, lah jadilah BUAH DADA pada seorang wanita sekarang. Coba kita bayangkan, kalo Nabi Adam makan buah khuldinya sampek dua atau tiga buah, kayak apa khuldi yang ada di leher kita ini?, mungkin bersusun jadi tiga. Begitu juga Ibu Hawa, kalau se'andainya Ibu Hawa makan Buah Khuldinya hanya 1 Buah saja, kan gak enak di pandang para wanita itu, gak enak dikonsumsi juga buahnya, dan pasti suaminya (kaum lelaki) kekurangan dalam mengkonsumsi buah. Tetapi meskipun Ibu Hawa makan dua buah, ada untungnya juga Ibu Hawa gak ingat bahwa Buah itu terlarang pada waktu ketika buah tersebut masih ditenggorokannya. Kan gak asyik juga kalau buah dada ada ditenggorokan, berarti namanya bukan buah dada dooong, lalu kira-kira buah apa ya????
Mohon ma'af sebelumnya, sudah lama tidak saya Update, karena masih banyak kesibukan yang harus saya selesaikan.
Sekedar Kata Pengantar :
Kureguk kopi sambil menyelesaikan satu puisi. Kamu di sisiku, menjadi kitab refrensiku. Kubuka halaman hatimu, tak kutemukan kata pengganti yang lebih indah untuk kutulis. Selamat Menikmati...
Sekedar Kata Pengantar :
Kureguk kopi sambil menyelesaikan satu puisi. Kamu di sisiku, menjadi kitab refrensiku. Kubuka halaman hatimu, tak kutemukan kata pengganti yang lebih indah untuk kutulis. Selamat Menikmati...
Tampilkan postingan dengan label Ketawa-Ketiwi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketawa-Ketiwi. Tampilkan semua postingan
2 Kisah si Buah Khuldi
By Abd Ghani on 24 April 2011
Konun katanya dulu Nabi Adam dan Ibu Hawa buyut kita berada di Sorga, tapi sayangnya Nabi Adam dan Ibu Hawa tidak bisa menahan larangan Allah. Beliau memakan buah Khuldi, Nabi Adam makan satu buah khuldi dan Ibu Hawa makan dua buah khuldi. Pada waktu makan Nabi Adam ingat kalo makanan itu dilarang, akhirnya nyampek tenggorokan Buah tersebut sudah tidak bisa dimuntahkan, jadilah khuldi yang ada dileher kita sekarang. Begitu juga dengan Ibu Hawa, pada waktu Ibu Hawa makan dua buah khuldi tersebut beliau ingat kalo makanan itu dilarang, tap ingatnya Ibu Hawa terhadap Buah tersebut pada waktu sudah ditelan dan nyampek dadanya, jadi gk bisa dimuntahkan juga, lah jadilah BUAH DADA pada seorang wanita sekarang. Coba kita bayangkan, kalo Nabi Adam makan buah khuldinya sampek dua atau tiga buah, kayak apa khuldi yang ada di leher kita ini?, mungkin bersusun jadi tiga. Begitu juga Ibu Hawa, kalau se'andainya Ibu Hawa makan Buah Khuldinya hanya 1 Buah saja, kan gak enak di pandang para wanita itu, gak enak dikonsumsi juga buahnya, dan pasti suaminya (kaum lelaki) kekurangan dalam mengkonsumsi buah. Tetapi meskipun Ibu Hawa makan dua buah, ada untungnya juga Ibu Hawa gak ingat bahwa Buah itu terlarang pada waktu ketika buah tersebut masih ditenggorokannya. Kan gak asyik juga kalau buah dada ada ditenggorokan, berarti namanya bukan buah dada dooong, lalu kira-kira buah apa ya????0 Satu Tubuh Dua Usia (Usia Mulut Atas Dengan Mulut Bawah Bagi Wanita)
By Abd Ghani on 20 April 2011
Pada beberapa bulan yang lalu, seorang Sarjana Pendidikan Bahasa Arab (S1) dari Kota Ompong Kabupaten Pamekasan telah mengadakan penelitian disalah satu wilayah yang enggan disebutkan nama wilayahnya. Dari hasil penelitian tersebut sudah bisa dipastikan bahwa ada satu tubuh wanita yang mempunyai dua mulut dengan usia yang berbeda. Dan dalam penelitian tersebut hanya ada tiga wanita yang ditanya tentang dua mulut yang dimiliki oleh seorang wanita (biasa hanya ngambil tiga gadis untuk menyelesaikan penelitiannya, karena penelitiannya menggunaka penelitian kualitatif research). Ketiga perempuan tersebit ditanya : mana lebih tua antara mulut atas perempuan dengan mulut bawah perempuan?. Gadis yang bernama Noura dengan antosias menjawab “lebih tua yang bawah karena punya kumis duluan”. Dan gadis yang kedua, sebut saja namanya Deira menjawab dengan antosias juga, dan ternyata jawabannya sama dengan Noura gadis yang pertama tersebut. Yaitu “sama, masih lebih tua yang bawah karena yang bawah ompong sedangkan yang diatas sudah ada giginya”. Kemudian si Sinta menjawab, kebetulan yang ketiga ini sudah bukan gadis lagi, dia menjawab beda dengan jawaban gadis-gadis sebelumnya. Menurut Sinta ini “masih lebih tua mulut yang di atas karena kalau minum yang diatas sudah bisa pakek gelas sedangkan yang dibawah masih bayi (minumnya masih netek)”. Begitulah hasil penelitiannya, terlepas ini benar atau tidak hanya peneliti yang tau.
NB : Ditulis Oleh : Malthuful Anam, S. Pd. I
NB : Ditulis Oleh : Malthuful Anam, S. Pd. I
0 Kenapa Harus Ada Perempuan?
By Abd Ghani on 07 April 2011
Kata orang adanya Perempuan itu hanya bikin ribet saja, bikin dunia semakin penuh dengan kaum perempuan. Apalagi akhir-akhir ini banyak ibu-ibu yang melahirkan perempuan, jadi stock lelaki kayaknya sudah mulai terkikis. Jadi sudah bisa diprediksi, 10 tahun kedepan bisa-bisa kaum lelaki tinggal 50%. Aaah ternyata malah kaum Lelaki yang bikin ribet, dimana-mana kaum lelaki selalu membuat keributan dan ketegangan, untung saja masih ada kaum Perempuan yang selalu lemah lembut dalam menghadapi keributan dan ketegangan kaum Lelaki. Jadi sudah semakin jelas bahwa adanya Perempuan bukan malah membuat kita ribet, malah bisa membuat kaum Lelaki senang dan melayang. Karena Perempuan diciptakan memang untuk meredakan ketegangan.0 Telat 3 Bulan
By Abd Ghani on 06 April 2011
Telat 3 bulan, begitulah salah satu lagu JAMRUD beberapa tahun yang lalu. Kisah ini terjadi pada Semut ; setelah kencan sama Gajah di pantai, dan berguling tergeletak bebas diatas pasir, terjadilah gitu-gituan antara Semut dan Gajah. 3 bulan kemudian, dengan tidak sengaja si-Gajah melihat Semut sedang mencari sisa-sisa susu di sebuah toko susu buat ibu-ibu hamil. Karena panasaran, akhirnya si-Gajah menghampirinya ; lalu gajah nanyain kabar, Semut malah menangis sambil berbisik kepada gajah : Aku Telat 3 Bulan...!. Bukannya gembira, si-Gajah langsung Pinsan alias Semaput. Karaena Gajah tak bisa membayangkan bagaimana persalinannya nanti, si-Semut harus melahirkan si-Anak Gajah.
Puisi
Ruang Sahabat
Ruang Sahabat
Sepenggal Taqdir
Pemimpin Ideal
Radikalisme Islam
Kajian Kemahasiswaan
Untuk Indonesiaku 




