Featured

Selamat Datang di http://ghanie-np.blogspot.com Dan Selamat Menikmati Sepenggal Taqdir Dari Anak Kepulauan Ini
Mohon ma'af sebelumnya, sudah lama tidak saya Update, karena masih banyak kesibukan yang harus saya selesaikan.
Sekedar Kata Pengantar :
Kureguk kopi sambil menyelesaikan satu puisi. Kamu di sisiku, menjadi kitab refrensiku. Kubuka halaman hatimu, tak kutemukan kata pengganti yang lebih indah untuk kutulis. Selamat Menikmati...

0 Tanpa Judul

Aku rela meninggalkan rumahku demi mendampingimu
aku rela menyerahkan jiwa dan ragaku untuk mengabdi kepadamu
aku rela pertaruhkan cinta suciku untuk memberimu kehangatan
aku rela membiarkan diriku terluka untuk selalu menjagamu,
merawatmu, dan memberimu kebahagiaan ;
yang kesemua itu tidak dapat kau miliki dengan membelinya.

Maka jagalah aku,
rawatlah aku,
kasihilah aku,
dan lindungilah aku
karena itu semua akan memberikan barokah dan hidayah,
selamanya dalam ridla dan naungan-Nya.


By : Pi2t
Read more

0 PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN / PEMBELAJARAN

A.  Latar Belakang
Teknologi adalah salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam masa yang serba maju ini dan teknologi akan semakin berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan dengan timbul banyaknya kebutuhan-kebutuhan dalam kehidupan manusia.
Teknologi pendidikan telah berkembang dari suatu gerakan menjadi suatu bidang profesi. Karena profesi menyangkut pengetahuan yang menjadi landasannya, defenisi tahun 1994 harus mengidentifikasi serta menekankan teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang studi maupun praktek. Oleh karena itulah perlu diperjelas mengenai kawasan dan bidang garapan teknologi pendidikan serta sub kawasannya.
Melalui makalah ini akan dijelaskan garis-garis besar tentang kawasan dan sub kawasan teknologi pendidikan, khususnya di bidang kawasan pengembangan dan pemanfaatan teknolgi pendidikan, sehingga dapat menghasilkan suatu solusi dan dapat memberikan pemahaman baru terhadap pembaca tentang pengembangan dan pemanfataatan teknologi pendidikan.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka pemakah dapat merumuskan sebagai berikut :
1.   Bagaimana pengembangan teknologi pendidikan?
2.   Bagaimana pemanfaatan teknologi pendidikan?.
  
PEMBAHASAN
            Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka teknologi pendidikan atau pembelajaran berlandaskan pada lima bidang garapan, yaitu diantaranya ialah ; desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian[1]. Kelima hal ini merupakan kawasan (domain) dari bidang Teknologi Pendidikan atau Pembelajaran. Namun, dalam hal ini pemakalah hanya menapatkan tugas untuk menjelaskan dua bidang saja, yaitu pengembangan dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Dengan sub kategori dan konsep yang terkait diantaranya ialah :
A.  Pengembangan Teknologi Pendidikan / Pembelajaran
Salah satu kawasan teknologi pendidikan atau pembelajaran sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas adalah pengembangan. Dan teknologi pendidikan sebagai disiplin keilmuan, pada awalnya berkembang sebagai bidang kajian di Amerika Serikat. Lalu kemudian kalau kita berpegang kepada konsep teknologi sebagai cara, maka awal perkembangan teknologi pendidikan dapat dikatakan telah ada sejak awal peradaban, dimana orang tua mendidik anaknya dengan cara memberikan pengalaman langsung serta dengan memanfaatkan lingkungan[2].
Kemudian, makna dari pengembangan itu sendiri ialah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik. Kawasan pengembangan ini mencakup pengembangan teknologi cetak, teknologi audio visual, teknologi berbasis komputer dan multimedia[3].
Kawasan pengembangan berakar pada produksi media. Melalui proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan. Walaupun perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran yang lain (teknologi cetak) mendahului film, namun pemunculan film merupakan tonggak sejarah dari gerakan audio-visual ke era Teknologi Pembelajaran sekarang ini. Pada 1930-an film mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran (teknologi audio-visual). Selama Perang Dunia II, banyak jenis bahan yang diproduksi terutama film untuk pelatihan militer. Setelah perang, televisi sebagai media baru digunakan untuk kepentingan pendidikan (teknologi audio-visual)[4]. Selama akhir tahun 1950- an dan awal tahun 1960-an bahan pembelajaran berprogram mulai digunakan untuk pembelajaran. Sekitar tahun 1970-an komputer mulai digunakan untuk pembelajaran, dan permainan simulasi menjadi mode di sekolah. Selama tahun 1098-an teori dan praktek di bidang pendidikan dan pembelajaran yang berlandaskan komputer berkembang, dan sekitar tahun 1990-an multimedia terpadu yang berlandaskan komputer merupakan dari kawasan ini.
Kawasan pengembangan tidak hanya terdiri atas perangkat keras pembelajaran, melainkan juga mencakup perangkat lunaknya, bahan-bahan visual dan audio, serta program atau paket yang merupakan paduan berbagai bagian.
Dan di dalam kawasan pengembangan terdapat keterkaitan yang kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong terhadap desain pesan maupun strategi pembelajarannya. Pada dasarnya kawasan pengembangan terjadi karena ; pesan yang didorong oleh isi, strategi pembelajaran yang didorong oleh teori, manifestasi fisik dari teknologi perangkat keras, perangkat lunak, dan bahan pembelajaran.
Kawasan pengembangan ini meliputi ; teknologi cetak, teknologi audio-visual, teknologi berbasis komputer, dan multimedia[5].
1.   Teknologi Cetak
Teknologi Cetak adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan seperti buku-buku, bahan-bahan visual yang statis, terutama melalui pencetakan mekanis atau photografis. Teknologi ini menjadi dasar untuk pengembangan dan pemanfaatan dari kebanyakan bahan pembelajaran lain. Hasil teknologi ini berupa cetakan. Teks dalam penampilan komputer adalah suatu contoh penggunaan teknologi komputer untuk produksi. Apabila teks tersebut dicetak dalam bentuk “cetakan” guna keperluan pembelajaran merupakan contoh penyampaian dalam bentuk teknologi cetak.
Dua komponen teknologi ini adalah bahan teks verbal dan visual. Pengembangan kedua jenis bahan pembelajaran tersebut sangat bergantung pada teori persepsi visual, teori membaca, pengolahan informasi oleh manusia dan teori belajar.

Secara khusus, teknologi cetak/visual mempunyai karakteristik sebagai berikut :a. teks dibaca secara linier,
sedangkan visual direkam menurut ruang
b. keduanya biasanya memberikan komunikasi satu arah yang pasif
c. keduanya berbentuk visual yang statis
d.pengembangannya sangat bergantung kepada prinsip-prinsip linguistik dan persepsi visual
e.keduanya berpusat pada pembelajar, dan
f. informasi dapat diorganisasikan dan distrukturkan kembali oleh pemakai.

2.   Teknologi Audio-Visual
Teknologi Audio-Visual merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pembelajaran audio-visual dapat dikenal dengan mudah karena menggunakan perangkat keras di dalam proses pengajaran. Peralatan audio-visual memungkinkan pemroyeksian gambar hidup, pemutaran kembali suara, dan penayangan visual yang berukuran besar. Pembelajaran audio-visual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang berkaitan dengan pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eksklusif tidak selalu harus bergantung kepada pemahaman kata-kata dan simbol-simbol sejenis.
Menurut Finn, tahun 1920-an adalah awal perkembangan teknologi pendidikan. Istilah dan definisi formal pertama yang berhubungan dengan teknologi pendidikan pada saat itu adalah “pengajaran visual”. Yang dimaksud dengan pengajaran visual adalah kegiatan mengajar dengan menggunakan alat bantu visual yang terdiri dari gambar, model, objek, atau alat-alat yang dipakai untuk menyajikan pengalaman konkret melalui visualisasi kepada siswa. Tujuan penggunaan alat bantu visual adalah memperkenalkan, menyusun, memperkaya, atau memperjelas konsep-konsep yang abstrak, dan mengembangkan sikap yang diinginkan, serta mendorong timbulnya kegiatan siswa lebih lanjut[6].
Secara khusus, teknologi audio-visual cenderung mempunyai karakteristik sebagai berikut ; bersifat linier, menampilkan visual yang dinamis, secara khas digunakan menurut cara yang sebelumnya telah ditentukan oleh desainer/pengembang, cenderung merupakan bentuk representasi fisik dari gagasan yang riil dan abstrak, dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip psikologi tingkah laku dan kognitif, sering berpusat pada guru, kurang memperhatikan interaktivitas belajar siswa.
3.   Teknologi Berbasis Komputer
Teknologi Berbasis Komputer merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor. Pada dasarnya, teknologi berbasis komputer menampilkan informasi kepada pembelajar melalui tayangan di layar monitor. Berbagai aplikasi komputer biasanya disebut “computer-based intruction (CBI)”, “computer assisted instruction (CAI”), atau “computer-managed instruction (CMI)”.
Aplikasi-aplikasi ini hampir seluruhnya dikembangkan berdasarkan teori perilaku dan pembelajaran terprogram, akan tetapi sekarang lebih banyak berlandaskan pada teori kognitif. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat bersifat ; 1) tutorial, pembelajaran utama diberikan, 2) latihan dan pengulangan untuk membantu pembelajar mengembangkan kefasihan dalam bahan yang telah dipelajari sebelumnya, 3) permainan dan simulasi untuk memberi kesempatan menggunakan pengetahuan yang baru dipelajari, dan 4) sumber data yang memungkinkan pembelajar untuk mengakses sendiri susunan data melalui tata cara pengakasesan (protocol) data yang ditentukan secara eksternal.
Teknologi komputer, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut : 
a. Dapat digunakan secara secara acak, disamping secara linier
b. Dapat digunakan sesuai dengan keinginan Pembelajar, disamping menurut cara seperti yang dirancang oleh pengembangnya.
c. Gagasan-gagasan biasanya diungkapkan secara abstrak dengan menggunakan kata, simbol maupun grafis.
d.Prinsip-prinsip ilmu kognitif diterapkan selama pengembangan
e.Belajar dapat berpusat pada pembelajar dengan tingkat interaktivitas tinggi.
4.   Multimedia
Multimedia atau teknologi terpadu merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan  beberapa jenis media yang dikendalikan komputer[7]. Keistimewaan yang ditampilkan oleh teknologi multimedia ini, khususnya dengan menggunakan komputer dengan spesifikasi tinggi, yakni adanya interaktivitas pembelajarn yang tinggi dengan berbagai macam sumber belajar.

Pembelajaran dengan multimedia atau teknologi terpadu ini mempunyai karakteristik sebagai berikut : 
a. Dapat digunakan secara acak, disamping secara linier
b. Dapat digunakan sesuai dengan keinginan peserta didik, disamping menurut cara seperti yang dirancang oleh pengembangnya.
c. Gagasan-gagasan sering disajikan secara realistik dalam konteks pengalaman peserta didik, relevan dengan kondisi peserta didik, dan di bawah kendali peserta didik.
d.Prinsip-prinsip ilmu kognitif dan konstruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan pemanfaatan bahan pembelajaran.
e.Belajar dipusatkan dan diorganisasikan menurut pengetahuan kognitif sehingga pengetahuan terbentuk pada saat digunakan.
f. Bahan belajar menunjukkan interaktivitas peserta didik yang tinggi.
g.Sifat bahan yang mengintegrasikan kata-kata dan contoh dari banyak sumber media[8].
B.  Pemanfaatan Teknologi Pendidikan / Pembelajaran
Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Fungsi pemanfaatan sangat penting karena membicarakan kaitan antara pembelajaran dengan bahan atau sistem pembelajaran. Mereka yang terlibat dalam pemanfaatan mempunyai tanggung jawab untuk mencocokkan pembelajaran dengan bahan dan aktivitas yang spesifik, menyiapkan pembelajaran agar dapat berinteraksi dengan bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai pembelajaran, serta memasukannya ke dalam prosedur oragnisasi yang berkelanjutan[9].
Kawasan pemanfaatan mungkin merupakan kawasan teknologi pembelajaran yang mendahului kawasan desain dan produksi media pembelajaran yang sistematis. Kawasan ini berasal dari gerakan pendidikan visual pada dekade pertama abad ke 20, dengan didirikannya museum-museum. Pada tahun-tahun awal abad ke-20, guru mulai berupaya untuk menggunakan film teatrikal dan film singkat mengenai pokok-pokok pembelajaran di kelas.
Seperti yang dikutip dari Teknologi Pembelajaran Defenisi dan Kawasannya oleh Barbara B. Seels, dan Rita C. Richey, terdapat empat kategori dalam kawasan pemanfaatan yaitu : Pemanfaatan media, difusi inovasi, implementasi dan institusionalisasi (pelembagaan), serta kebijakan dan regulasi[10].
a.    Pemanfaatan Media
Pemanfaatan media ialah penggunaan yang sistematis dari sumber untuk belajar. Prinsip-prinsip pemanfaatan juga dikaitkan dengan karakteristik pembelajaran. Seorang yang belajar mungkin memerlukan bantuan keterampilan visual atau verbal agar dapat memahami media belajar. Misalnya bagaimana suatu film diperkenalkan atau ditindaklanjuti dan dipolakan sesuai dengan bentuk belajar yang diinginkan. Karena siswa yang belajar mungkin memerlukan bantuan keterampilan visual atau verbal agar dapat menarik keuntungan dari praktek atau sumber belajar.
b.   Difusi Inovasi
Difusi inovasi adalah proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi. Tujuan akhir yang ingin dicapai ialah untuk terjadinya perubahan. Tahap awal dalam proses ini ialah membangkitkan kesadaran melalui desiminasi informasi. Proses tersebut meliputi tahap-tahap seperti kesadaran, minat, percobaan dan adopsi. Karena selama bertahun-tahun, kawasan pemanfaatan hanya dipusatkan pada aktivitas guru dan ahli media yang membantu guru. Sehingga model dan teori pemanfaatan dalam kawasan pemanfaatan cenderung terpusat pada perspektif pengguna. Akan tetapi, dengan diperkenalkannya konsep difusi inovasi pada akhir tahun 1960-an yang mengacu pada proses komunikasi dan melibatkan pengguna dalam mempermudah proses adopsi gagasan, perhatian kemudian berpaling ke perspektif penyelenggara.
c.    Implementasi dan Pelembagaan
Implementasi ialah penggunaan bahan dan strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya. Sedangkan pelembagaan ialah penggunaan yang rutin dan pelestarian dari inovasi pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi. Begitu produk inovasi telah diadopsi, proses implementasi dan pemanfaatan dimulai. Untuk menilai pemanfaatan harus ada implementasi. Bidang implementasi dan institusionalisasi (pelembagaan) yang didasarkan pada penelitian, belum berkembang dengan baik, sebaik bidang-bidang yang lain. Tujuan dari implementasi dan institusionalisasi adalah menjamin penggunaan yang benar oleh individu dalam organisasi. Sedangkan tujuan dari institusionalisasi adalah untuk mengintegrasikan inovasi dalam struktur kehidupan organisasi. Keduanya tergantung pada perubahan individu maupun organisasi[11].
d.   Kebijakan dan Regulasi
Kebijakan dan regulasi adalah aturan dan tindakan dari masyarakat (atau wakilnya) yang mempengaruhi difusi atau penyebaran dan penggunaan teknologi pembelajaran. Kebijakan dan peraturan pemerintah mempengaruhi pemanfaatan teknologi. Kebijakan dan regulasi biasanya dihambat oleh permasalahan etika dan ekonomi. Misalnya, hukum hak cipta yang dikenakan pada pengguna teknologi, baik untuk teknologi cetak, teknologi audio-visual, teknologi berbasis komputer, maupun terknologi terpadu (multimedia).
Teknologi pendidikan memiliki aplikasi-aplikasi praktis. Tersedianya sumber-sumber untuk belajar, dan penampilan fungsi pengembangan dan pengelolaan, menunjukkan bukti yang paling dasar dan nyata dari aplikasi praktis ini[12]. Teknologi pendidikan memiliki petunjuk untuk latihan (diklat). Terdapat kerangka dasar kompotensi untuk memberikan latihan kepada pihak yang melaksanakan tugas dalam bidang teknologi pendidikan. Kerangka kerja tersebut didasarkan atas pengelompokan tugas dari berbagai fungsi dalam kawasan teknologi pendidikan dan teknologi intruksional.

PENUTUP
A.     Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan masalah dalam makalah ini, maka dengan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya bahwa pengembangan berakar pada produksi media. Teknologi merupakan tenaga penggerak dari kawasan pengembangan, oleh karena itu kita dapat merumuskan berbagai jenis media pembelajaran dan karakteristiknya.
Pengembangan dapat diorganisasikan dalam empat kategori : teknologi cetak (yang menyediakan landasan untuk kategori yang lain), teknologi audio-visual, teknologi berasaskan komputer, dan teknologi terpadu (multimedia).
Kemudian pemanfaatan meliputi ; pemanfaatan media, difusi inovasi, implementasi dan institusional, serta kebijakan dan regulasi. Pemanfaaatan mempunyai jangkauan aktivitas dan strategi mengajar yang luas dengan demikian pemanfaatan menuntut adanya penggunaan desiminasi, difusi, implementasi dan pelembagaan yang sistematis, namun hal tersebut dihambat oleh kebijakan dan peraturan.
Fungsi pemanfaatan ini penting karean fungsi ini memperjelas hubungan pembelajaran dengan bahan dan sistem pembelajaran. Kawasan pemanfaatan akan menjadi lebih optimal apabila didukung oleh kebijakan dan regulasi yang tidak memberatkan, karena kebijakan dan peraturan pemerintah mempengaruhi penggunaan teknologi dalam kurikulum.

Daftar Pustaka

Dra. Dewi S. M. Sc., Drs. Raphael Rahardjo, M. Sc., dan Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc., “Terjemahan dari ; Intructional Technology : The Definition and Domains of The Field”, PT : Unit Percetakan Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, 1994.

Nasution, “Teknologi Pendidikan”,PT : Bumi Aksara, Jakarta, 2008.

Seels Barbara dan Rita C Richey, "Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya", PT : Unit Percetakan UNJ, Jakarta, 1994.

Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc., “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan”, PT : KANCANA PRENADA MEDIA GROUP, Jakarta, edisi pertama, cetakan ke-4, 2009.

Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc., “Defenisi Teknologi Pendidikan, terjemahan dari ; The Definition Of Education Terminology”, PT : CV Rajawali, Jakarta, 1986.








[1]  Dra. Dewi S. M. Sc., Drs. Raphael Rahardjo, M. Sc., dan Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc., “Terjemahan dari ; Intructional Technology : The Definition and Domains of The Field”, PT : Unit Percetakan Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, 1994, hal 30.
[2]  Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc., “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan”, PT : KANCANA PRENADA MEDIA GROUP, Jakarta, edisi pertama, cetakan ke-4, 2009, hal 133.
[3]  Seels Barbara dan Rita C Richey, "Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya", PT : Unit Percetakan UNJ, Jakarta, 1994, hal 38.
[4]  Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc., “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan”, PT : KANCANA PRENADA MEDIA GROUP, Jakarta, edisi pertama, cetakan ke-4, 2009, hal 135.
[5]  Seels Barbara dan Rita C Richey, "Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya", PT : Unit Percetakan UNJ, Jakarta, 1994, hal 39.
[6]  Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc., “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan”, PT : KANCANA PRENADA MEDIA GROUP, Jakarta, edisi pertama, cetakan ke-4, 2009, hal 134.
[7]  Ibid … hal 43
[8]  Ibid …
[9]  Seels Barbara dan Rita C Richey, "Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya", PT : Unit Percetakan UNJ, Jakarta, 1994, hal 50.
[10]  Ibid … hal 51.
[11]  Nasution, “Teknologi Pendidikan”,PT : Bumi Aksara, Jakarta, 2008, hal 1
[12]  Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc., “Defenisi Teknologi Pendidikan, terjemahan dari ; The Definition Of Education Terminology”, PT : CV Rajawali, Jakarta, 1986, hal 5.
Read more
 
© Sepenggal Taqdir | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger