Selamat Datang di http://ghanie-np.blogspot.com Dan Selamat Menikmati Sepenggal Taqdir Dari Anak Kepulauan Ini
Mohon ma'af sebelumnya, sudah lama tidak saya Update, karena masih banyak kesibukan yang harus saya selesaikan.
Sekedar Kata Pengantar :
Kureguk kopi sambil menyelesaikan satu puisi. Kamu di sisiku, menjadi kitab refrensiku. Kubuka halaman hatimu, tak kutemukan kata pengganti yang lebih indah untuk kutulis. Selamat Menikmati...

PROSEDUR PENERIMAAN DAN PENYELEKSIAN SISWA BARU (Manajemen Peserta Didik)

Pendahuluan
Seorang guru yang profosional adalah guru yang mengetahui bagaimana kondisi siswanya, dari situlah maka guru dituntut untuk memahami bagaimana mengolah kelas yang baik. Jika proses belajar-mengajar berlangsung dengan baik dan menarik, maka siswa akan lebih mudah untuk menangkap segala macam materi pelajaran yang disajikan oleh gurunya.
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas diperlukan manajemen pendidikan yang baik dan berkualitas juga. Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya. 
Menjelaskan Aktifitas Dalam Kajian Manajeman Peserta Didik Secara Rinci :
Penerimaan Siswa Baru
Penerimaan siswa baru adalah merupakan salah satu kegiatan yang pertama kali dilakukan dalam sebuah lembaga pendidikan, yang tentunya penerimaan siswa baru tersebut melalui penyeleksian yang telah ditentukan oleh pihak lembaga pendidikan kepada calon siswa baru. Untuk menyukseskan proses penerimaan dan penyeleksian siswa baru tersebut, dibutuhkan beberapa langkah. Langkah-langkah ini antara lain ialah sebagai berikut :

1. Membentuk panitia penerimaan siswa baru
Panitia ini untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru , diantaranya ialah :
a.Syarat-syarat pendaftaran
b.Formulir pendaftaran 
c.Pengumuman
d.Buku pendaftaran 
e.waktu pendaftaran 
f.dan jumlah calon yang diterima

2. Menentukan Syarat pendaftaran calon 
Dalam prose penerimaan siswa baru yang menentukan adalah dinas terkait, baik Departemaen Agama (Depag) ataupun Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) sesuai dngan lembaga pendidikan dari SD/MI sampai SMA/MA. Pada prinsipnya untuk sekolah dasar yang sudah berumur 7 tahun dan selebihnya memprioritaskan yang pada anak yang berumur 8 tahun sampai 12 Tahun dan 6 tahun. Untuk SMP/SMA dan yang sederajat,maka syarat-syaratnya antara lain ialah :
a.Surat keterangan kelahiran atau umur
b.Surat keterangan kesehatan
c.Surat kelakuan baik dari sekolah asal
d. Salinan Raport kelas tertinggi
e. Salinan tanda lulus/STTB yang disahkan
f. Pas foto terbaru Ukuran 3X4/4X6 sebanyak yang diperlukan
g. Membayar biaya pendaftaran
h.Mengisi Formulir pendaftaran. 

3. Orentasi Siswa Baru
Seorang kepala sekolah adalah mempunyai tanggung jawab sepenuhnya dalam penyesuaian permulaan siswa-siswa baru pada situasi sekolah yang baru,dan orientasi inilah adalah merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan sejarah sekolah dan lain-lain yang menyangkut perkembangan sekolah. Orientasi ini sangat diperlukan sekali karena mengungat pada saat peningkatan perkembangan sekolah, dengan tujuan menjelaskan kebijakan sekolah dalam buku petunjuk siswa yang telah diberikan pada saat orientasi tersebut. Dan dalam buku tersebut terdapat hal-hal penting yang harus diberi tahukan kepada siswa tersebut. Seperti halnya sejarah singkat sekolah, tujuan-tujuan sekolah, syarat-syarat untuk memperoleh ijazah sekolah, biaya-biaya yang menjadi tanggungan wali murid/Orang tua, kelender sekolah, jadwal pelajaran, deskripsi tentang mata pelajaran, Organisasi Siswa (OSIS), pelayanan pemeriksaan badan dan pengobatan, program kegiatan diwaktu libur, dan nama serta alamat staf pengajar. 

Klasifikasi Siswa
Klasifikasi disini adalah pengelompokkan siswa menurut kemampuan, minat belajar atau jurusan dan kegiatan dalam proses belajar. 
 Secara umum klasifikasi siswa yang dilaksanakan pada sekolah-sekolah, sebagian besar mengklasifikasikan siswa pada sistem kelas.
Disekolah dasar ada pengelompokan kelas, sedangkan pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Tingkat Atas, baik sekolah umum maupun kejuruan ada tiga kelas dan diberikan sistem klasikal.
A Jeager berpendapat bahwa ada dua hal yang penting penting dalam proses pengklasifikasian siswa, diantaranya ialah :
a. Fungsi Integrasi (memperhatikan semua faktor).
Yaitu pengklasifikasian menurut umur, jenis kelamin dan sebagainya, klasifikasi menurut fingsi ini, memberikan pengajaran berupa pengajaran kelompok.
b. Fungsi Perbedaan (memperhatikan ciri masing-masing).
Yaitu pengelompokan berdasarkan perbedaan individu. Misalnya bakat, kemampuan, minat dan sebagainya. Pengelompokan menurut fungsi ini pemberian pelajaran dengan pelajaran individual. 

Cara Menganalisa Siswa Berdasarkan Masalah-Masalah yang Berhubungan Dengan :

Pelaporan
Secara umum, pelaporan dalam administrasi sekolah adalah proses penyampaian sesuatu (laporan/berita kepada orang lain). Hal ini bisa dilakukan oleh pihak internal yaitu didalam organisasi sekolah itu sendiri, juga bisa dilakukan oleh pihak eksternal yaitu antara sekolah dengan pihak lain (diluar sekolah) masyarakat/lembaga intansi yang lain. Oleh karena itu pelaporan hasil belajar sangat penting bagi guru dan peserta didik, dan biasanya dalam pelaporan masalah siswa yang ada didalam lembaga pendidikan ialah menggunakan buku sebagi alat administrasi yang disebut buku laporan, dan buku laporan tersebut dijadikan alat untuk melaporkan hasil belajar pada orang tua siswa. Buku laporan itu terdiri dari beberapa macam jenis, bentuk, dan deskripsi. Mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Yang terpenting dalam buku laporan tersebut mencerminkan konsep-konsep sekolah tentang penilaian secara keseluruhan dan harus menyediakan keterangan yang lengkap untuk menjelaskan pada orang tua tentang sistem penilaian yang dipakai. 
Sumber Data Yang Berdasarkan Kecakapan

  - Kognitif 
 Mengukur keberhasilan siswa yang berdemensi kognitif dapat dilakukan dengan berbagai macam cara ,baik lisan ataupun tulisan dan perbuatan. Jadi kontstruk kognitif itu bisa salah satu dari tingkat pengetahuan atau tingkat intelektual. 
Dikatakan tingkat pengetahuan karena ada perbedaan dalam cara menguji pencapaian dua jenis sasaran tingkat pengetahuan. pertama, tingkat pengetahuan dianggap sebagai pengetahuan sederhana jika isi yang harus diingat siswa harus melibatkan kurang lebih dari satu tanggapan untuk satu rangsangan tertentu. Kedua, tingkat pengetahuan dianggap pengetahuan tentang proses jika isi yang harus diingat siswa adalah urutan langkah-langkah dalam satu prosedur.
 Dikatakan tingkat intelektual karena sasaran dari tingkat ini dapat diklasifikasikan sebagai pemahaman komunikasi, konseptualisasi, aplikasi, atau yang melebihi aplikasi. 

  - Afektif 
Kecakapan afektif adalah kecakapan atau kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu. Hal ini melalui penyusunan instrumen tes prestasi siswa yang berdemensi Afektif (ranah rasa) jenis-jenis prestasi internalisasi dan karakterisasi seharusnya mendapat perhatian khusus, karena kedua jenis prestasi ini dapat mengendalikan sikap dan perbuatan siswa. Salah satu tes ranah afektif yang populer ialah ”Skala Likert” yang tujuannya mengidentifikasi kecenderungan sikap seseorang. Skala ini menampung pendapat yang mencerminkan sikap sangat setuju, ragu-ragu,dan tidak setuju dengan rentang skor 1 - 5 dan 1 – 7. Skala ini diberi sekor 1 sampai 5 atau 1 sampai 7 tergantung kebutuhan. Dengan catatan skala itu dapat mencerminkan sikap-sikap mulai sangat “ya” sampai sangat “tidak”. Perlu pula dicatat, untuk memudahkan identifikasi jenis kecenderungan afektif siswa yang representatif, item-item skala sikap sebaiknya dilengkapi dengan identitas sikap meliputi: doktrin, komitmen, penghayatan, wawasan. 
Jadi dari penjelasan inilah sudah jelas bahwa kecakapan itu selalu berhubungan dengan sikap siswa. Oleh karena itu, Pembentukan sikap melalui proses diskriminasi dan generalisasi sewaktu-waktu diperlukan. Dengan proses ini maka terbentuklah sebuah respon yang menentukan relasi dengan lingkungan, benda-benda, situasi, peristiwa, dan manusia.  

  - Psikomotorik
Cara yang paling dalam menganalisis siswa yang berdimensi psikomotorik adalah observasi. Observasi dalam hal ini, dapat diartikan sejenis tes mengenai peristiwa, tingkah laku, atau fenomena lain dengan pengamatan langsung. Namun observasi harus dibedakan dari eksperimen. Karena eksperimen pada umumnya dipandang sebagai salah satu cara observasi.
Seorang guru yang ingin melakukan observasi prilaku psikomotorik kepada siswa saharusnya mempersiapkan langkah-langkah yang cermat dan sistematis menurut pedoman yang terdapat dalam format observasi sebelumnya yang telah disediakan, baik oleh pihak sekolah maupun dari pihak guru itu sendiri. Seperti guru menelai dengan menggunakan norma skala angka, kolom “ya” dan “tidak” dapat dihapus dengan menggunakan skor-skor, misalnya mulai 5 sampai 10. siswa yang mendapat skor 5 kebawah dianggap tidak memenuhi kretaria keberhasilan belajar. 
3. Jelaskan macam-macam cara pengisian dan penggunaan buku pencatatan data siswa. / ketatalaksanaan mulai dari buku induk sampai buku daftar kenaikan kelas

A. Buku Induk
Sebelu menjelaskan tentang macam-macam/tata cara pengisian dan penggunaannya, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang buku induk itu sendiri. Buku Induk ialah buku catatan lengkap yang meliputi data dan identitas siswa yang sebagian diambil dari formulir siswa dan report siswa terkait prestasi siswa dari tahun ke tahun, kemudian masalah keutuhan dokumen berada pada tanggung jawab sekolah.
Contoh identitas pada Buku Induk
Nama murid, jenis kelamin, Tempat/Tgl.Lahir, warga negara, agama, anak ke, alamat, asal sekolah, tanggal penerimaan dan penetapan kelas, nama orang tua/wali yang meliputi pendidikan pekerjaan dan alamat, waktu keluar yang meliputi tanggal kelas alasan, tamat belajar yang meliputi STTB No dan pada tanggal, meneruskan keSekolah dan, keterangan laian-lain. 

B. Data Keadaan Siswa
Data keadaan siswa adalah arsip keberadaan siswa pada saat itu atau pada periode tertentu. 

C. Absensi Siswa
Daftar hadir siswa adalah untuk mengetahui freukwensi kehadiran siswa disekolah sekigus untuk mengontrol kerajinan mereka. Jadi tugas guru disini iala memeriksa dan memberi tanda tentang kehadiran atau tidaknya siswa satu kali dalam satu hari. 

D. Buku Kleper
Buku kleper berfungsi untuk membantu buku induk memuat data yang penting-penting. Pengisiannya dapat diambil dari buku tetapi selengkap buku induk. 
No.urut No.Induk Nama Murid L P Kelas Tanggal keterangan Masuk Keluar  

E. Laporan Kenaikan Kelas /Atau Kelulusan
Ini adalah merupakan salah satu contoh dari berbagai macam cara tentang pengisian dan penggunaan buku pencatatan data siswa / ketatalaksanaannya.

Daftar Pustaka
Drs. Hendayat Soetopo. 1982. Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Dra. I.L. Pasaribu, Drs. B. Sumandjuntak.1983. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito.Drs. Daryanto.1998. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Renika Cipta.Jemes S. Cangelori.1998 Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa, Bandung: ITB.Muhibbin Syah. 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Rosdakarya. cet ke-12.

comment 0 komentar:

Poskan Komentar

 
© Sepenggal Taqdir | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger