01 April 2011

Peria Lusuh


Biarkanlah, pria lusuh ini datang berkacak pinggang
karena mungkin hanya akulah pria diantara pria
akulah jiwa diantara jiwa, akulah manusia yang didamba

Tak peduli diapun tertawa, berkelana memburu ego
menari-nari dalam kelebat pedangku yang tumpul
kala siang dia berkoar di tepi sanggar pelabuhan
dan ketika malam menyelimuti bumi yang kelam
kemudian meringkuk di lorong hatinya sendiri yang petang

Aku mengenal dia, tapi hanya dipelataran malam
biarkan dia tertawa, biarkan dia gembira
biarkan dia berteriak sampai serak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar