Gemuruh harap dalam gemulai yang anggun,
ratap kicau dalam makna kedamaian.
Hilang terbujur kaku,
tertabrak angin syahdu,
meleleh pula oleh senyum malu-malu.
Mahkotaku yang biru,
menerjang sukma,
menyerahku dalam rasa.
Ratuku yang bisu,
istanamu terbuka,
memanggil penyempurna kebisuan merdu,
yang akan mendampingi sampai batas sang waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar