24 Januari 2011

Sayembara Cinta

Gemuruh harap dalam gemulai yang anggun,
ratap kicau dalam makna kedamaian.

Hilang terbujur kaku,
tertabrak angin syahdu,
meleleh pula oleh senyum malu-malu.

Mahkotaku yang biru,
menerjang sukma,
menyerahku dalam rasa.

Ratuku yang bisu,
istanamu terbuka,
memanggil penyempurna kebisuan merdu,
yang akan mendampingi sampai batas sang waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar